in.dah

Dia datang, bersamaan dengan senyum dan langkah yang rasanya aku rindukan. Sejujurnya aku memang sempat memikirikanya, tapi ego ini rupanya sudah cukup dewasa untuk bisa menolak pikiran kanak-kanak serupa yang hadirnya dapat menghancurkan apa yang sudah disusun ulang. 

Jika ditanya, bagaimana aku bisa jatuh hati dengan si indah ini, akupun tidak dapat menjawabnya dengan mudah, entah karena dia memang indah atau karena waktu yang membuat kita dekat dan menjebakku dalam kenyamanan. Sungguh aku tidak tahu, tetapi yang kutahu sampai pada detik ini tak ada kenyamanan serupa yang dapat kurasakan di tubuh lainya, belum ada indah yang memabukan dan membuatku terkesan, belum, belum ada. 

Akan tetapi, waktu juga membawa segalanya. Jarak ini. Pada dia yang indah, rasanya aku tidak memiliki kepantasan bahkan hanya untuk memikirkanya, dia semakin tinggi diatas sana. Sedang aku? aku hanya si luka yang rusak dan sakit. Jaraknya sudah semakin jauh, tidak ada kesempatan untuk menyusul yang ada  hanya pilihan berhenti atau putar balik, buntu. 

Untukmu indah yang pernah kuandaikan untuk dimiliki, kuharap sinar dan senyummu akan selalu merekah, kuharap langkah teguh dan ambisimu tidak akan pernah mati, kuharap semangat dan tulusmu untuk menyebarkan kebaikan tidak akan pernah padam, berbahagialah kumohonkan itu utukmu, dan sepertimu aku juga akan terus berjalan, mencari dan meraih apa yang aku ingini. Aku tidak tahu apa kita akan bertemu lagi, tetapi jika hal itu terjadi aku tidak lagi mengharap apapun, hanya semogaku adalah kamu dan aku... yang sudah lapang menerima. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PESAN SINGKAT

Imaji Liar

RANDOM (4)