nala

 nala pulang. 

sebenarnya keseharianya selalu sama saja. pergi kemudia kembali di sore hari. ia nyalakan lampu ruang pribadinya berharap pikiran dan pandangan yang berat dan gelap itu mulai menemukan setitik cahayanya. perasaanya selalu campur aduk tetapi disisi lain dia selalu merasa kosong dan hampa, tidak ada yang membuatnya berdebar, tidak ada yang membuat pipinya memanas. ia memang merasa puas dan bahagia tetapi ia juga tidak bisa lari dari perasaan kosong itu. 

semua orang mendambanya, nala yang kosong. semua orang menginginkanya, pencapaiannya, hidupnya, mereka ingin seperti nala. tapi alih-alih berbangga diri nala justru terheran akan itu bagaimana mungkin bisa? kalau diberikan pilihan mungkin nala ingin menjadi kucing saja, kucing yang lucu, yang bulunya halus itu, yang bisa berlari kencang mengejar bola kesukaanya yang senang dengan hal-hal sederhana. tapi lihatlah si nala, ia bahagia tetapi bahagia itu tetap tidak bisa membuatnya berdebar. apakah hatinya mati? entahlah. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PESAN SINGKAT

Imaji Liar

RANDOM (4)