2021
Sebenarnya ada banyak tulisan yang saya arsip dalam kanal biru ini. Seperti tertahan di tenggorokan tulisan tersebut menjadi bentuk keresahan yang belum berani saya ungkapkan.
Masih bertema sendu, 2021 seperti menjadi tahun yang tidak akan pernah saya lupkan banyak sesak juga pembelajaran yang membawa saya mungkin ke versi yang lebih hebat di kemudian hari.
Sebenarnya dalam menulis inipun saya banyak merasa keraguan, padahal tulisan ini tidak ada dimaksud untuk siapapun, ini hanya bentuk manifestasi curahan pikiran dan perasaan yang tidak pernah bisa saya ceritakan ke siapapun. Saya juga tidak tahu.
Iya, semua pasti pernah sakit. pernah sesak. diawali akhir 2020 hingga 2021 bahkan banyak menjadi mimpi buruk orang-orang. Sesak dan sempit tak ada ruang ialah perasaan yang bukan lagi menjadi rahasia. termasuk pada saya. betapa kita sangat berusaha untuk bertahan setidaknya untuk rencana-rencana yang bertumbuh harap setiap hari akan terwujud, kesempatan realisasi tapi, bahksa sampai saat inipun belum ada yang terjadi.
Saya banyak hilang, teman, rencana, mimpi. Saya juga banyak patah, cinta, harapan dan tumpuan. bukan maksud menjadikan diri yang paling terluka, saya sadar semakin bertambah dan betrumbuh akan banyak hal-hal yang pasti terjadi. bingung.
2021 saya kehilangan. dia seorang teman, teman yang baik. sosok kuat yang ternyata juga menyimpan banyak sesak yang tidak pernah dia bagi. Dia... tiba-tiba pergi, tentu keadaan itu membuat kami orang-orang disekitarnya kaget. bagaimana bisa pukul 14.25 dia masih sempat membuka grub whatsapp kami tetapi 14.30 dia diumumkan pergi untuk selama-lamanya. ingin sekali rasanya untuk tidak percaya. sakit sekaligus sesak, karena kami semua menangis semalaman. dia sosok yang membekas sosok yang baik dan pengertian kepada kami tak jarang dia juga jadi rumah untuk kami beristirahat jika rasanya semesta sedang sangat tidak adil. "wes, gapapa. tarik nafas dulu". gimana bisa kita masih ambil nafas kalau semesta kasih kejutan tanpa jeda begini?
di tahun ini juga ada patah. patah hati saya. sekarang saya mudah menuliskanya dengan gamblang tapi tidak akan saya ceritakan secara spesifik. singkatnya ternyata patah hati ini juga menyedot banyak energi, ya hahaha. saya juga nggak menyangka kalau ini akan jadi dampak yang cukup rumit buat saya. perasaan-perasaan kurang dan nggak layak itu jadi salah satunya yang menghantui. jika banyak yang bilang "yaudah sih, cari ganti dong" hahaha tidak semudah itu bestie. setiap mencoba dekat dengan orang baru rasanya selalu tidak bisa. enggak, ini bukan salah siapapun termasuk objeknya, karena sampai akhirpun saya yang salah, saya yang membuat ini semua rumit dan menjadi sebab patah. tapi ngapapa saya sudah sangat lebih baik. lebih baik saya ulangi dan karena ini saya jadi tahu sakitnya resiko berharap dengan manusia. hehehe
Komentar
Posting Komentar