Cerita Jingga

Terasku tak berubah, sama seperti hari-hari sebelumnya, dengan biru yang setia kemudian jingga yang datang setiap sore tiba, walau tak lama dia cukup anggun dan kuat untuk menemani. Aku tak pernah mengatakan apapun pada jingga, baik tentangku, tentangmu, atau tentang hari yang akhir-akhir ini rasanya menusuk, jam dan ego rasanya mengejar ku, keduanya tak memberiku jeda barang sejenak, awalnya aku tak masalah dengan itu, tapi lama-lamanya rasanya aku jenuh, sesak, iya aku tahu ini tak sepadan dengan beban yang kamu, atau mereka-mereka rasakan, tapi bolehkan aku mengeluhkan? 

Mawar merah muda dekat rumput itu sepertinya bekerjasama dengan jingga, akhir-akhir ini walau hujan tak sering dia dengan anggun merekah, saat ia mulai layu dan gugur kelopak, ada pula kuncup lain yang menggantikan, semoga pamanku urung untuk membakar rumput disana agar mawar itu juga urung untuk hangus nasibnya.

Kau tahu, walau jingga selalu ada, sebenarnya aku tak pernah akur dengannya selama ini, bukan, bukan karena kita memiliki kenangan yang saling menyeskkan, tentu saja jingga tak pernah menyakitiku, aku hanya terlalu sering mengabai, acuh, bahkan saat orang-orang selalu memuja akan keanggunanya aku justru lebih menyukai biru yang tanpanya, bagiku keberadaannya hanya menyingkirkan biruku. Menurut mu apa aku kejam? 

Heum, dan karena itu kupikir jingga marah padaku, tapi ternyata... Aku salah dia sepertinya tak pernah marah, dia juga tak pernah ingin ku puja dan aku sadar bahwa aku salah. Biru kesukaanku akhir-akhir ini semakin menawan dengan semburat dari jingga, ya walaupun pada akhirnya dia lenyap juga. Tapi kau tahu, aku menemukan sesuatu karena hal itu. Ternyata jingga tak benar-benar ingin melenyapkan biruku, dia.. dia hanya ingin hadir untuk menggantikan biru sejenak. Agar esoknya biru tetap terlihat menawan. Sepertinya jingga cukup memahami biru dari pada aku yang mengaku penggemarnya ini, selama ini aku terlalu memaksa, tak sadar bahwa biru juga lelah, sama seperti ku. Ya... Kita, aku dan biruku adalah dua yang sepertinya perlu berhenti sejenak. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PESAN SINGKAT

Imaji Liar

RANDOM (4)