Aksa&Ra 1 #Fiksi
"Kamu kesal, Ra?" hah masih saja ia bertanya tentu saja aku kesal, bagaimana kau tak kesal saat rancana yg telah kau buat dengan matang dipatahkan begitu saja?
"Tidak tahu" balasku acuh "Ra, mungkin Lulu punya pemikiran sendiri untuk keberhasilan acara ini, beda pendapat itu sudah biasa" katanya
"Jika kamu mengejarku untuk mengatakan hal itu, kamu tak perlu melakukanya, Aksa" ia tersenyum, lalu memutar tubuhku untuk berdiri menghadapnya. Ia menghela nafas "Tunggu disini sebentar, jangan kemana-mana" ia berjalan pergi, kemudian beberapa saat ia kembali dengan beberapa bunga liar dan rerumputan berwarna yang ia ikat menjadi satu di tangannya
"Untukmu"
"Tidak perlu menghiburku"
ia tertawa kecil "Siapa bilang aku ingin menghibur? aku ingin kamu belajar" aku mengernyitkan dahi.
"Bagaimana bunga-bunga ini?" tanyanya
"Ya.. cantik" jawabku
"Iya memang bunga ini sudah cantik dari awal, dan meski berbeda jenis tapi lihat mereka lebih cantik bukan saat sama-sama di kaitkan?"
"Ya terus?"
"Berbeda itu biasa, Ra tapi kadang dengan berbeda itu buat semesta jadi lebih cantik dan banyak warna, jadi kau tak perlu marah saat dianggap berbeda"
Aku diam, mulai mengerti maksudnya
dan lagi, Aksa benar
#Fiksi
Komentar
Posting Komentar