Oke baiklah, selamat malam semesta, entah mengapa malam ini ingin sekali rasanya saya menyapa, setelah sekian lama dinding bergemintang biru ini di tinggal dengan beribu-ribu alasan, dan pada kali ini akhirnya telah bisa terealisasikan niatku untuk melanjutkan hobi yang telah lama didiamkan, hehe berbekal dari sebuah klaimat di halaman blog milik seseorang yang membuat saya tersentuh, kurang lebih begini kalimatnya "kesuksesan punya banyak rupa yang berbeda, tak melulu dirute itu saja kita bisa meraihnya" sangat sepele bukan? tapi benar apa yang ia tulis disana, tentang makna dari kata itu sangat dalam bagi saya, mungkin karna sekarang adalah masih suasana-suasana pasca 'seleksi' yang lama telah di nantikan oleh berjuta manusia muda yang menanti jawaban dari doa untuk masa depanya, sama seperti kalian dan mereka saat saat ini saya juga merasakanya. kita sama. oke baiklah kembali ke topik awal yang ingin saya bahas, tentang makna yang saya ambil dari potongan kata...
Aku membeku, menatap seluit senja sore itu. Bukan bukan sinarnya yang mengejutkanku, tapi siapa sosok yang ada di depanku. Kamu tersenyum, lengkung sabit yang masih sama seperti bertahun-tahun lalu, hanya saja kini tubuhmu sedikit lebih tinggi dan kulitmu lebih coklat. "apa kabar?" tanyamu. "baik" jawabku singkat dengan kesadaran yang belum sepenuhnya kembali. Kita berbincang cukup lama, sore itu senja memutar lagi kaset-kaset lama yang berusaha ku bakar diiringi gelak tawamu yang tak sedikitpun membantu usahaku selama ini, rindukah kamu pada kita? apakah kamu sama denganku? tapi.. sesaat kemudian suara halus itu memanggil namamu, dia berjalan kearah kita kemudian mengapit erat lengan kirimu. kamu kenalkan dia padaku, dan saat itulah kesadaranku baru benar-benar kembali. apasih yang masih kuharapkan dari kamu? sepertu judulnya semoga kalian semua memahaminya. karena niatnya hanya ingin berbagi gambar keajaiban semesta dila...
akan kubawa kamu di titik tertinggi ku nanti akan ku kenang kamu di batas-batas mimpi tapi jangan dulu kau dobrak hati, sebab ku belum ingin melibatkanmu pada hal ini. cukup kau di tepi, jadi.. perihal jika kamu ingin pergi akupun tak akan merasa mati
Komentar
Posting Komentar